Bagaimana sebuah cerita masuk ke dalam arsip.
Standar kerja untuk menjaga rasa hormat, ketelitian, dan kejujuran dalam setiap penelusuran.
1. Memisahkan tingkat informasi
Kami menggunakan empat penanda: fakta terverifikasi, tradisi lisan, hipotesis, dan belum terjawab. Penanda tersebut bukan penilaian terhadap martabat sebuah cerita, melainkan cara agar penonton memahami kekuatan buktinya.
2. Menghormati masyarakat dan tempat
Tim tidak memprovokasi, menantang pantangan, merusak situs, membuka makam, menyentuh benda sakral tanpa izin, atau memaksa narasumber memberi kesaksian.
3. Tidak merekayasa fenomena
Suara, bayangan, reaksi pembawa acara, dan kronologi tidak boleh direkayasa untuk menciptakan kesan gaib. Rekonstruksi harus diberi penanda yang jelas.
4. Wawancara yang dapat diperiksa
Kesaksian penting diwawancarai secara terpisah bila memungkinkan. Pertanyaan terbuka didahulukan agar jawaban tidak diarahkan. Klaim yang dapat diverifikasi akan dicari pembandingnya melalui arsip, saksi lain, atau pemeriksaan lapangan.
5. Koreksi terbuka
Artikel dapat diperbarui ketika bukti baru muncul. Perubahan penting dicatat pada tanggal pembaruan dan tidak disembunyikan.
6. Keselamatan dan etika
Keselamatan kru, narasumber, pengunjung, serta kelestarian lokasi lebih penting daripada gambar dramatis. Aktivitas malam dilakukan hanya dengan izin dan pendampingan yang sesuai.